Periklindo: Saatnya Pemerintah Beri Insentif untuk Truk dan Bus Listrik

Periklindo: Saatnya Pemerintah Beri Insentif untuk Truk dan Bus Listrik

Organisasi industri kendaraan listrik Indonesia mendesak pemerintah untuk memperluas program insentif tidak hanya ke mobil pribadi, tetapi juga ke kendaraan komersial seperti truk dan bus. Langkah ini dianggap penting karena sektor transportasi barang turut mengonsumsi bahan bakar minyak dalam jumlah besar dan menyumbang emisi karbon yang signifikan.

Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, menyampaikan bahwa pemerintah hingga saat ini belum memberikan perhatian pada insentif untuk armada komersial. “Pemerintah belum memikirkan insentif untuk mobil-mobil komersial. Kalau pemberian insentif sebagai dasarnya adalah penggunaan BBM, yang kedua penyumbang emisi yang semakin banyak, menurut saya, (kendaraan komersial seperti truk dan bus) banyak kontribusinya dalam memproduksi CO2,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Moeldoko melihat potensi ganda dari elektrifikasi kendaraan niaga tersebut. Selain mengurangi emisi, penggunaan armada listrik dapat membuat distribusi barang lebih lancar dan efisien, yang pada akhirnya membantu menekan biaya logistik dan berpengaruh pada pengendalian inflasi.

Prabowo Kartoleksono, Wakil Ketua Umum Periklindo, menambahkan data konkret tentang besarnya pengaruh biaya transportasi dalam operasional perusahaan. Dalam bisnis logistik, biaya transportasi sendiri bisa mencapai lebih dari 50 persen dari total biaya operasional, dan dari jumlah itu, sekitar 47 persen hanya untuk pembelian bahan bakar.

Kendaraan listrik, menurut Prabowo, juga menawarkan keuntungan dalam hal keandalan dan produktivitas. Armada ini dapat mengurangi waktu henti atau downtime yang biasanya dihabiskan untuk perawatan di bengkel, sehingga kendaraan dapat beroperasi lebih lama. “EV itu bisa mengurangi waktu-waktu tidak produktif, downtime,” katanya.

Kedua pemimpin organisasi ini menekankan bahwa dukungan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkan manfaat ekonomi dan lingkungan tersebut. Mereka juga menyoroti pentingnya kebijakan yang konsisten agar pelaku usaha memiliki kepastian dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang untuk armada mereka.

Sumber: Antara News

Berita Terkait

Scroll to Top