:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380831/original/053764200_1792740135-Screenshot__1296_.jpg)
Setelah menjauh dari industri hiburan selama enam tahun, Cut Tari kini kembali berperan dalam sinetron SCTV berjudul Wajah Cinta Yang Lain. Proyek yang sudah mencapai episode 106 ini juga melibatkan aktor-aktor papan atas seperti Dinda Kirana, Oka Antara, dan Andri Mashadi dalam peran-peran utamanya.
Keseruan di balik layar menjadi daya tarik tersendiri bagi Cut Tari. Ia mengamati bahwa hubungan antar pemain tidak hanya sebatas rekan kerja profesional, melainkan juga berkembang menjadi pertemanan yang autentik. “Jujur project ini pemain-pemainnya tuh solid banget, kita bener-bener kompak bukan secara kerja samanya aja, tapi juga pas kita lagi break, kita makan bareng. Jadi ada pertemanan juga di dalam project ini, bukan cuma temen kerja aja,” tutur Cut Tari saat wawancara online dengan SCTV pada Kamis (22/10/2026).
Kedua rekan aktingnya, Andri Mashadi dan Dinda Kirana, ternyata memiliki sisi humor yang membuat suasana set penuh tawa. Cut Tari mendeskripsikan karakter nyata mereka sebagai pribadi yang menghibur meski tampilan fisik mereka berbeda. Suasana cair ini bahkan sering memicu tawa spontan para pemain saat tengah melakukan pengambilan gambar.
Membangun kemitraan layar dengan para pemeran lain tidak menjadi tantangan bagi Cut Tari, terutama dengan aktris muda Andi Annisa yang memainkan anaknya dalam cerita. Ikatan mereka terjalin dengan cepat, bahkan di luar jadwal syuting mereka sering menghabiskan waktu bersama saat istirahat.
Dinda Kirana menambahkan bahwa koneksi mereka sebenarnya sudah terjalin lebih awal. “Fun fact, aku udah kenal sama Mami Tari sebelum project ini. Aku pernah nganterin anaknya pulang ke rumahnya,” kata Dinda dengan senyuman. Andri Mashadi pun menjelaskan bahwa tim produksi telah menciptakan ruang istirahat yang nyaman di studio Emtek, menciptakan suasana yang hangat seperti pindah dari rumah ke rumah lain.
Komitmen terhadap kenyamanan bersama menjadi prioritas seluruh tim. Cut Tari menggambarkan bahwa mereka secara kolektif mengatur area istirahat agar semua pemain bisa pulih dengan baik mengingat intensitas kerja yang berbeda-beda untuk setiap pemeran. Pendekatan gotong-royong ini mencerminkan solidaritas yang telah terbangun sejak awal produksi dimulai.
Sumber: Liputan6
Berita Terkait

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

PLN Komitmen Perkuat Listrik sebagai Fondasi Kemandirian Ekonomi dan Sosial Indonesia

