
Hong Kong menutup pintu bagi produk unggas dari dua wilayah sekaligus. Otoritas keamanan pangan setempat memutuskan menghentikan impor daging unggas beserta produk turunannya—termasuk telur—dari Kota Lolland di Denmark dan Kabupaten Jackson di Minnesota, Amerika Serikat, sejak Selasa (27/10) karena merebaknya wabah flu burung H5N1 yang sangat berbahaya di area tersebut.
Pusat Keamanan Pangan (CFS), lembaga di bawah Departemen Kebersihan Pangan dan Lingkungan Hong Kong, langsung mengeluarkan instruksi kepada semua pedagang untuk menghentikan aktivitas impor dari kedua lokasi itu. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat Hong Kong terlindungi dari risiko penyakit yang dibawa produk unggas tercemar.
Keputusan pelarangan ini dimulai setelah Hong Kong menerima notifikasi resmi dari dua pihak: Administrasi Veteriner dan Pangan Denmark serta Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH). Menurut juru bicara CFS, “keputusan tersebut diambil menyusul pemberitahuan dari Administrasi Veteriner dan Pangan Denmark (Danish Veterinary and Food Administration) serta Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (World Organization for Animal Health/WOAH) mengenai wabah flu burung H5N1 yang sangat patogen di wilayah-wilayah itu.”
Sebagai tindak lanjut, CFS telah membuka saluran komunikasi dengan otoritas di Denmark maupun Amerika Serikat. Lembaga tersebut juga berkomitmen untuk terus memantau update terbaru dari WOAH dan pihak berwenang lainnya guna mengevaluasi kapan impor bisa kembali normal dan wilayah mana saja yang masih membahayakan.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

PLN Komitmen Perkuat Listrik sebagai Fondasi Kemandirian Ekonomi dan Sosial Indonesia

