Investasi Jateng Harus Berdampak Langsung ke Rakyat, DPRD Tekankan Kesejahteraan Nyata

Investasi Jateng Harus Berdampak Langsung ke Rakyat, DPRD Tekankan Kesejahteraan Nyata

Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah mengajak semua pihak untuk melihat investasi tidak sekadar dari sisi angka pertumbuhan ekonomi, melainkan dari dampak konkret yang dirasakan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan usai kehadiran di Semarang Business Forum (Sembiz) Ke-19 yang berlangsung di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, akhir pekan lalu.

“Kami, DPRD Provinsi Jateng, ingin memastikan bahwa investasi yang masuk ke Jateng tidak hanya berkontribusi terhadap angka pertumbuhan tapi juga meningkatkan UMKM, memperluas lapangan pekerjaan, dan memastikan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang semakin baik,” jelas Endro dalam keterangan tertulisnya.

Lebih dari itu, pimpinan dewan juga mengingatkan bahwa setiap investasi baru harus mempertimbangkan dampak lingkungan. Penanganan masalah rob dan banjir, serta perbaikan infrastruktur perkotaan, menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan dalam setiap proyek pengembangan ekonomi.

Data dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunjukkan momentum investasi yang kuat. Hingga kuartal ketiga 2026, realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp 72,54 triliun, tersebar di 82.420 proyek dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 340.334 orang.

Gubernur menekankan bahwa pariwisata, perdagangan, dan investasi merupakan tiga pilar yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan dalam membangun ekonomi yang sehat. “Business forum ini ada tiga hal yang sangat krusial. Yang pertama tourism (pariwisata), yang kedua trade (perdagangan), dan yang ketiga investasi. Ini tiga mata rantai yang tidak bisa kita pisahkan,” ujarnya.

Kota Semarang sendiri mengambil strategi unik dengan mengarahkan investasi pada sektor pangan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Pilihan ini dibuat untuk memperkuat identitas ekonomi Semarang di tengat berkembangnya pusat industri manufaktur skala besar di daerah sekitarnya seperti Kendal, Kabupaten Semarang, dan Demak.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kota Semarang menawarkan 19 peluang investasi, dengan 8 proyek utama yang sudah memiliki studi kelayakan dan model keuangan siap pakai, serta 11 proyek dalam tahap eksplorasi awal.

Sektor logistik menjadi salah satu fokus dengan rencana pembangunan Urban Consolidation Center (UCC) di kawasan Genuk yang membutuhkan investasi Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar. Sementara untuk sistem pangan, Cold Storage di Bangetayu diproyeksikan memerlukan dana Rp 52 miliar.

Peluang lain mencakup pusat data digital di Tambak Aji dengan kapasitas awal 600 KW (sekitar Rp 121 miliar) dan pengembangan komersial di Plaza Simpang Lima untuk sektor pariwisata senilai Rp 207 miliar hingga Rp 254 miliar. Strategi multi-sektor ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem investasi yang beragam dan berkelanjutan.

Sumber: Detik.com

Berita Terkait

Scroll to Top