Pemerintah Perhatikan Risiko Oversupply Smelter Alumina terhadap Harga Global

Pemerintah Perhatikan Risiko Oversupply Smelter Alumina terhadap Harga Global

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui perlunya pengawasan ketat atas ekspansi industri pengolahan alumina di dalam negeri agar tidak melampaui permintaan pasar internasional. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan meningkatnya investasi dalam pembangunan fasilitas pemrosesan bauksit oleh berbagai investor.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan bahwa jika pasokan alumina tumbuh lebih cepat dari permintaan global, dampak negatif pada harga komoditas dapat tidak terelakkan. “Pada saat ternyata suplai lebih tinggi, nanti kan itu harga kan juga akan terjadi penurunan signifikan. Ini pasarnya kan bukan hanya pasar domestik untuk produk yang dihasilkan, kita juga memperhatikan permintaan global,” ujar Yuliot saat ditemui di kantor ESDM Jakarta pada Kamis lalu.

Data terbaru menunjukkan investasi di sektor hilirisasi bauksit mencapai angka fantastis. Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan bahwa realisasi investasi untuk pengolahan dan pemurnian bauksit melonjak drastis menjadi Rp40,1 triliun pada kuartal kedua 2026, naik signifikan dari Rp13,7 triliun pada kuartal sebelumnya.

Besarnya investasi dalam industri bauksit membuat sektor ini mengungguli investasi hilirisasi komoditas lainnya. Investasi nikel mencapai Rp29,4 triliun, tembaga Rp16,7 triliun, sementara besi baja dan komoditas lainnya jauh lebih kecil nilainya. Pertumbuhan ini mencerminkan fokus pemerintah pada pengembangan industri tambang dan pengolahan mineral.

Secara menyeluruh, investasi di sektor hilirisasi mineral Indonesia mencapai Rp152,7 triliun pada kuartal yang sama, menyumbang hampir 30 persen dari total investasi nasional. Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan swasta pada pengembangan industri ekstraktif, meski tetap perlu diimbangi dengan perhitungan pasar yang matang untuk keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Sumber: Antara News

Berita Terkait

Scroll to Top