
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sedang menggencarkan program kemitraan dengan petani tebu di sekitar Pabrik Gula Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. Tujuannya jelas: memastikan aliran bahan baku tebu tetap stabil untuk mendukung produksi gula nasional.
Strategi utama yang dijalankan adalah metode bongkar ratoon—sebuah teknik peremajaan tanaman tebu. Singkatnya, ketika tanaman tebu sudah digunakan berkali-kali dan produktivitasnya menurun, tanaman lama diganti dengan yang baru agar hasil panen lebih baik dan pasokan terjaga.
“Bongkar ratoon menjadi bagian penting dalam upaya SGN meningkatkan produktivitas tebu, kami ingin memastikan peremajaan tanaman dilakukan secara konsisten dan memberikan dampak terhadap hasil produksi,” ujar Direktur Utama SGN Mahmudi saat memberikan penjelasan di Surabaya, Jumat.
Mahmudi menekankan bahwa kesuksesan industri gula bukan hanya soal teknologi pabrik yang canggih, melainkan juga ketersediaan tebu berkualitas dari petani. Kedua unsur ini harus berjalan beriringan agar rantai produksi lancar.
Melalui kerja sama yang konsisten dengan petani, SGN berharap bisa terus meningkatkan mutu budidaya tebu sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada petani lokal. Dengan cara ini, kesinambungan pasokan bahan baku terjamin dan kontribusi pada ketahanan industri gula dalam negeri semakin kuat.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

VinFast Bawa Penawaran Spesial Mobil Listrik ke GIIAS Makassar, Diskon hingga Rp5 Juta

KRL Bablas di Stasiun Sudirman, KAI Commuter Periksa Masinis dan Evaluasi Prosedur

Penata Busana Wanda Hara Kehilangan Ayah, Kini Berstatus Yatim Piatu

