
Indonesia sedang mengalami boom di sektor wisata bahari berkat posisinya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lebih dari setengah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, sekitar 52,6 persen, memilih melakukan aktivitas wisata bahari selama menginap di negara ini.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2025 mencapai 15,4 juta orang dengan pertumbuhan rata-rata 14,8 persen per tahun. Pesatnya arus kedatangan ini membuktikan daya tarik destinasi bahari Indonesia yang tersebar dari Kepulauan Riau dan Belitung di barat, hingga Raja Ampat di timur.
Industri yacht menjadi salah satu segmen yang paling berkembang pesat. Nilai pasar yacht Indonesia tumbuh dari 261,9 juta dolar AS pada 2025 menjadi 449,1 juta dolar AS pada 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7 persen. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, “Pasarnya pun terus berkembang. Indonesia telah mencatat 127 kedatangan superyacht pada periode 2025-2026, tertinggi kedua di Asia Pasifik setelah Australia.”
Namun demikian, perkembangan pesat ini masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Indonesia saat ini hanya memiliki 29 pelabuhan masuk dan keluar yacht, sementara kapasitas marina hanya mencapai 10 lokasi dengan total 336 tempat berlabuh. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan potensi pasar yang terus membesar.
Menteri Widiyanti menekankan bahwa strategi pengembangan tidak sekadar fokus pada infrastruktur fisik, melainkan ekosistem menyeluruh. “Yang ingin kita bangun bukan sekadar marina, tetapi ekosistem wisata bahari yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan melibatkan UMKM, operator wisata, transportasi, hospitality, serta masyarakat lokal,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah berinisiatif melakukan kerja sama internasional dalam membangun marina berstandar global di lokasi-lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wisata bahari, memperluas kapasitas pelabuhan, dan membuka peluang investasi baru di daerah-daerah terpencil.
Sumber: Detik Travel
Berita Terkait

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

