KAI Commuter Larang Pengguna Berjalan di Eskalator, Bikin Antrian Panjang di Stasiun Duri

KAI Commuter Larang Pengguna Berjalan di Eskalator, Bikin Antrian Panjang di Stasiun Duri

PT KAI Commuter menerapkan aturan ketat yang mengubah cara pengguna kereta rel listrik (KRL) menggunakan eskalator. Mulai sekarang, penumpang tidak boleh berjalan atau berlari saat berada di eskalator—harus diam saja. Kebijakan ini langsung terasa dampaknya pada keramaian dan alur pengguna di Stasiun Duri.

Saat pengamatan di Stasiun Duri pada sore hari Rabu kemarin, tampak deretan penumpang menunggu giliran di eskalator yang bergerak. Meski papan petunjuk yang biasanya mengingatkan pengguna untuk tetap di jalur kanan atau kiri sudah dicopot, pengeras suara di stasiun terus mengingatkan agar pengguna tidak mendahului atau berjalan di eskalator.

Aturan ini lahir dari masalah nyata yang mengganggu. Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, “Dengan pertimbangan mengacu pada kajian dan keselamatan, KAI Commuter menegaskan bahwa saat ini pengguna diimbau untuk tertib dengan diam atau tidak berjalan atau berlari ketika berada di eskalator. Tujuannya adalah untuk keselamatan bersama pada saat menggunakan eskalator.” Kerusakan eskalator di stasiun itu terjadi karena beban dari langkah atau lari pengguna yang berlalu-lalang di atas permukaannya.

Tragedi yang memicu perubahan kebijakan ini terjadi pada 3 Oktober lalu. Saat itu, eskalator di peron 5 Stasiun Duri tiba-tiba berbalik arah dengan keras, mengakibatkan 12 orang terluka. Insiden tersebut menunjukkan betapa pentingnya kedisiplinan pengguna dalam menggunakan fasilitas umum.

Meski awalnya terlihat tidak efisien karena menciptakan antrian, langkah pencegahan ini diambil demi melindungi keselamatan jutaan pengguna KRL setiap harinya dari risiko serupa.

Sumber: Detik.com

Berita Terkait

Scroll to Top