Kaltara Perkuat Jaga Mangrove lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Kaltara Perkuat Jaga Mangrove lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Pemerintah Kalimantan Utara sedang gencar menjaga kelestarian hutan mangrove dengan cara melibatkan berbagai pihak—mulai dari pemerintah, bisnis, organisasi lingkungan, hingga masyarakat lokal. Strategi kolaborasi ini dianggap kunci agar ekosistem mangrove tetap terjaga sambil memberikan keuntungan ekonomi bagi rakyat pesisir.

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang mengungkapkan komitmen ini saat menghadiri peringatan 20 tahun penanaman mangrove di Kota Tarakan, Selasa lalu. Beliau menghargai semua pihak yang telah bekerja keras memelihara mangrove selama dua dekade. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama 20 tahun dalam menjaga mangrove. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan,” ucapnya.

Mangrove bukan sekadar pohon biasa. Ekosistem ini melindungi pesisir dari abrasi dan badai, menyerap karbon, menjaga kualitas air, dan menjadi rumah bagi berbagai makhluk hidup. Bagi masyarakat pesisir, mangrove juga merupakan sumber penghasilan yang penting.

Data menunjukkan luas mangrove di Kaltara mencapai 326.396,37 hektare, tersebar di empat wilayah: Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Angka ini mencakup kawasan hutan dan area penggunaan lain.

Gubernur Zainal menekankan bahwa peringatan 20 tahun penanaman mangrove tidak boleh hanya menjadi acara seremonial semata, melainkan harus digunakan untuk mengevaluasi upaya pelestarian dan merencanakan langkah-langkah lebih baik ke depan. Hal itu termasuk rehabilitasi pesisir yang rusak dan peningkatan partisipasi warga.

Pemerintah Kaltara sedang mengembangkan model berkelanjutan untuk mengelola mangrove, seperti ekowisata yang memberdayakan masyarakat dan pengolahan produk mangrove dengan nilai tambah. Tujuannya agar ekosistem terjaga sekaligus menguntungkan rakyat pesisir secara ekonomi.

“Pemprov Kaltara akan terus mendukung pelestarian mangrove. Kita ingin ekosistem ini tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Gubernur Zainal. Harapannya, kolaborasi lintas sektor ini berkelanjutan sehingga mangrove Kaltara dapat memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi generasi mendatang.

Sumber: Antara News

Berita Terkait

Scroll to Top