
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Kalimantan Timur meluncurkan program pendampingan intensif bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Program ini melibatkan kolaborasi langsung dengan Dinas Sosial dan lembaga bantuan hukum setempat untuk memastikan setiap anak mendapat dukungan menyeluruh.
Kepala Kanwil KemenHAM Kaltim, Umi Laili, menjelaskan bahwa fokus utama bukan hanya proses hukum, melainkan juga kesejahteraan psikologis korban. “Penanganan perkara berfokus pada pendekatan berperspektif HAM yang mengedepankan hak atas rasa aman, perlindungan martabat, serta pemulihan psikologis korban,” ungkapnya.
Layanan pendampingan mencakup bantuan hukum gratis, konsultasi psikososial, dan perlindungan identitas yang ketat. Tim bekerja memastikan anak-anak tidak mengalami trauma tambahan selama proses penanganan kasus, baik dari intimidasi maupun stigma sosial.
Data terbaru dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak menunjukkan hingga Agustus 2026, tercatat 65 kasus kekerasan di wilayah itu. Di antaranya, 25 kasus melibatkan anak-anak dengan berbagai bentuk kekerasan mulai dari dalam rumah tangga, kekerasan seksual, hingga perdagangan orang.
Umi menekankan komitmen untuk memantau setiap perkara dan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum. “Kami memastikan bahwa kerahasiaan identitas serta seluruh informasi pribadi anak tetap terjaga ketat di setiap tahapan proses hukum,” katanya.
Pemulihan berkelanjutan menjadi prioritas agar anak dapat kembali beraktivitas normal di lingkungan yang aman. Dukungan keluarga dan masyarakat dipandang sangat krusial dalam proses pemulihan ini, dengan harapan masyarakat tidak menyebarkan identitas korban di media sosial.
Umi mengajak publik untuk segera melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak kepada aparat atau lembaga perlindungan terdekat. “Partisipasi aktif masyarakat sangat kami harapkan dengan menjaga kerahasiaan korban serta tidak menyebarkan foto atau identitas anak di media sosial,” tegasnya, menekankan bahwa lingkungan tanpa stigma adalah kunci pemulihan sejati.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

