
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah strategis untuk menghubungkan tiga destinasi wisata utama—Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening—dalam satu ekosistem pariwisata. Pendekatan ini bertujuan agar pengunjung tidak sekadar datang ke satu tempat, melainkan tertarik menjelajahi seluruh kawasan dengan beragam daya tarik.
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno menjelaskan bahwa strategi pengembangan pariwisata ini membutuhkan integrasi yang matang agar berbagai destinasi dengan karakteristik berbeda dapat dikemas menjadi satu rangkaian perjalanan yang menarik bagi wisatawan.
Salah satu wujud nyata dari konsep ini adalah pengembangan wisata olahraga. “Seperti Rawapening Run Heritage yang memadukan aktivitas lari dengan pengalaman menikmati alam dan sejarah Ambarawa,” ungkap Sumarno saat meluncurkan dan menggelar konferensi pers acara tersebut di Semarang.
Rawapening Run Heritage dirancang sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi Rawa Pening dan Ambarawa kepada publik yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar Jawa Tengah. Ajang lari ini menawarkan pengalaman unik dengan menggabungkan aktivitas olahraga, keindahan alam, dan nilai-nilai sejarah lokal dalam satu paket.
Melalui strategi aglomerasi ini, Jawa Tengah berharap dapat memperluas pilihan kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan. Pendekatan terintegrasi dianggap lebih efektif untuk mengembangkan industri pariwisata berkelanjutan di tingkat regional.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

