
Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (21/10) dengan tema “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri”. Dalam acara tersebut, dia menghargai kerja para menteri sambil mengakui sejumlah tantangan global yang masih dihadapi pemerintah.
Prabowo menegaskan bangga dengan pencapaian dua tahun pertama pemerintahannya, namun tetap mengingatkan agar tim tidak jatuh ke ekstrem sombong atau pesimis. “Dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, prestasi yang telah kita capai dalam dua tahun ini perlu kita banggakan. Bukan kita sombong. Kita tidak boleh sombong. Tapi kita tidak boleh rendah diri,” ujar Prabowo saat membuka sidang.
Mengenai situasi pasar global, Presiden menekankan pemerintah akan terus berjaga melindungi kepentingan nasional meski menghadapi berbagai tekanan eksternal. Dia juga mengakui masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memenuhi harapan rakyat.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan melaporkan capaian ekonomi selama dua tahun, dengan pertumbuhan konsisten di atas 5 persen hingga mencapai 5,61 persen pada kuartal pertama 2026. Peningkatan gaji buruh juga menjadi bagian dari hasil yang dicapai, didukung oleh pengeluaran pemerintah di awal tahun yang merangsang sektor swasta.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengumumkan Polri telah menetapkan 11 perusahaan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan tiga di antaranya merupakan perusahaan asing. Langkah penegakan hukum ini menunjukkan komitmen pemerintah menangani kejahatan lingkungan.
Pencapaian ekonomi dan upaya penegakan hukum tersebut mencerminkan fokus pemerintah pada pembangunan berkelanjutan sambil menjaga akuntabilitas korporat dalam dua tahun pertama masa jabatan Prabowo.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

