Pemerintah Siapkan Aturan Baru Buka 67 Wilayah Migas yang Belum Terjamah

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Buka 67 Wilayah Migas yang Belum Terjamah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang merancang regulasi baru untuk mempercepat pencarian minyak dan gas di 67 cekungan yang masih minim aktivitas eksplorasi. Rencana ini diumumkan saat berlangsung konferensi energi ASEAN di Bali, Senin lalu.

Koordinator Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Konvensional Direktorat Jenderal Migas ESDM, Ivan, mengatakan bahwa “untuk mempercepat eksplorasi di 67 cekungan frontier, pemerintah akan membuat aturan baru.” Dia menekankan syarat-syarat dalam aturan itu akan lebih menguntungkan dibanding yang berlaku saat ini.

Pemerintah siap fleksibel mengatur beberapa hal penting bagi investor, mulai dari bagaimana hasil tambang dibagi, besaran bonus awal, hingga komitmen investasi minimum. Setiap penyesuaian akan mempertimbangkan situasi geografis dan tingkat risiko di masing-masing lokasi. “Untuk skema bagi hasil, bonus, dan komitmen pasti dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Tetapi, aturannya masih dalam proses,” jelas Ivan.

Saat ini Indonesia memiliki total 128 cekungan sedimen potensial. Dari jumlah itu, baru 20 cekungan yang sudah menghasilkan produksi, 41 cekungan masih dalam tahap eksplorasi, dan sisanya 67 cekungan belum pernah disentuh aktivitas eksplorasi. Angka-angka ini menunjukkan masih besar peluang penemuan sumber daya alam di tanah air.

Berdasarkan data yang disampaikan Ivan, hanya 1 dari 7 upaya eksplorasi yang berhasil sampai ke tahap produksi komersial, dengan rasio kesuksesan sekitar 14,5 persen. Untuk meningkatkan angka itu, pemerintah akan mendorong lebih banyak kegiatan eksplorasi termasuk melalui riset geologi mendalam, pengumpulan data seismik, dan pengeboran sumur uji coba.

Data bawah permukaan yang lebih akurat menjadi kunci membantu perusahaan tambak mengidentifikasi lokasi dengan potensi tinggi. Dengan informasi geologi yang lebih baik, investor dapat membuat keputusan lebih percaya diri sebelum menginvestasikan modal besar di wilayah frontier yang belum pernah dijelajahi.

Sumber: Antara News

Berita Terkait

Scroll to Top