Menteri UMKM: Program BGN Harus Ciptakan Produsen Baru, Bukan Hanya Libatkan yang Sudah Ada

Menteri UMKM: Program BGN Harus Ciptakan Produsen Baru, Bukan Hanya Libatkan yang Sudah Ada

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan bahwa pengembangan ekosistem Badan Gizi Nasional (BGN) tidak boleh berhenti hanya melibatkan pelaku usaha yang sudah berjalan. Dia mendorong program ini untuk memicu lahirnya produsen-produsen baru di berbagai daerah melalui pembangunan rantai pasok pangan yang berkelanjutan.

Pernyataan ini disampaikan Maman saat menghadiri forum International Fora for Kredit Program Pemerintah di Badung, Bali, pekan lalu. Dia menekankan bahwa fokus pemerintah bukan hanya pada keterlibatan entitas UMKM, melainkan juga pada pembangunan infrastruktur rantai pasok yang solid.

Menurut Maman, kebutuhan pasokan dalam ekosistem BGN membuka celah emas bagi masyarakat untuk memulai usaha baru. Mulai dari peternakan ayam, budi daya ikan, hingga produksi sayuran, semua sektor ini bisa menjadi ladang pengembangan bisnis produktif sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal masing-masing daerah.

Daerah yang sebelumnya tidak memiliki fokus pada sektor tertentu kini punya kesempatan emas untuk terjun ke industri yang diperlukan dalam rantai pasok BGN. Sebagai contoh, wilayah yang belum pernah berkecimpung di peternakan atau perikanan bisa mulai mengembangkan kegiatan ini karena ada pasar pasti dari program BGN.

Petani sayuran di daerah terpencil juga merasakan dampak positifnya. Mereka yang sebelumnya kesulitan mencari pembeli tetap kini bisa mengakses pasar melalui jaringan distribusi yang terstruktur dalam ekosistem BGN. “Angka ini kami harus sampaikan. Belum kami anggap cukup puas dengan total pelibatan 69 ribu partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah di dalam ekosistem ini,” ujar Maman.

Saat ini sekitar 69 ribu UMKM telah bergabung dalam rantai pasok BGN. Namun, Maman menegaskan bahwa pemerintah tidak menganggap angka ini sebagai pencapaian final dan terus berupaya memperluas jangkauan partisipasi pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Ekspansi partisipasi UMKM harus sejalan dengan penguatan rantai pasok yang mampu menghubungkan antara kegiatan produksi dan kebutuhan pasar nyata. Dengan strategi ini, diharapkan ekosistem BGN tidak hanya berkembang dalam skala, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan di berbagai pelosok daerah.

Sumber: Antara News

Berita Terkait

Scroll to Top