Kejagung Terus Buru Aset Henry Surya dan Lacak Para Peminjam Indosurya

Kejagung Terus Buru Aset Henry Surya dan Lacak Para Peminjam Indosurya

Kejaksaan Agung tidak berhenti mengejar aset milik Henry Surya, terpidana dalam kasus penggelapan dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Langkah ini dilakukan agar uang yang diperoleh dari penjualan aset bisa dikembalikan kepada ribuan korban yang dirugikan.

Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI Patris Yusrian Jaya mengatakan, “Kami dalam hal ini Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Republik Indonesia akan terus melakukan penelusuran dan pelacakan aset dari terpidana Henry Surya ini untuk selanjutnya dilakukan perampasan dan penyelesaian melalui pelelangan untuk seoptimal mungkin mengembalikan kerugian para korban yang jumlahnya lebih dari 3.000 orang.”

Setelah kasus Henry Surya memperoleh status hukum tetap, BPA telah mulai mengeksekusi perampasan aset. Barang-barang yang disita berupa uang rupiah, mata uang asing, dan properti. Semuanya kemudian diproses untuk dijual melalui lelang publik.

Dari hasil penjualan aset tahap pertama, BPA sudah menyerahkan dana restitusi sebesar Rp 229.428.515.702.119 kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk dibagikan ke korban sesuai besarnya investasi masing-masing. Total kerugian korban mencapai lebih dari Rp 8 triliun.

Penyerahan tahap kedua masih menunggu hasil penelusuran aset terpidana. Patris menjelaskan bahwa prosesnya bergantung pada kelengkapan aset yang ditemukan. Setelah dinilai memadai, dana akan diserahkan kembali kepada korban melalui LPSK.

Selain mengejar aset terpidana, kejaksaan juga akan melacak orang-orang yang meminjam dana dari koperasi tersebut. Tujuannya untuk memverifikasi apakah pinjaman sudah dilunasi atau masih ada utang yang harus ditagih, termasuk bunganya.

Apabila peminjam tidak menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan pinjaman, kejaksaan akan melakukan penelusuran terhadap aset-aset milik mereka. Strategi ini bertujuan memaksimalkan pengembalian kerugian kepada lebih dari 3.000 korban Indosurya yang tersebar di seluruh wilayah.

Sumber: Liputan6

Berita Terkait

Scroll to Top