
Empat petugas pemadam kebakaran kehilangan nyawa saat berupaya mengendalikan api yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tragedi ini segera menarik perhatian anggota legislatif untuk meninjau kembali mekanisme perlindungan tenaga kerja di lapangan.
Dini Rahmania, anggota Komisi VIII DPR, menyuarakan prihatin mendalam atas insiden tersebut. Kematian empat petugas dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan nasional itu menunjukkan perlunya perubahan sistemik dalam hal tata laksana keselamatan.
Seruan DPR ini berfokus pada pentingnya melakukan tinjauan menyeluruh terhadap prosedur keselamatan yang selama ini diterapkan. Evaluasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap personel yang diterjunkan ke lokasi bencana memiliki perlindungan maksimal dan peralatan yang memadai.
Insiden di Bromo menjadi momentum bagi pembuat kebijakan untuk merefleksikan celah-celah dalam sistem respons bencana alam. Dengan melakukan evaluasi mendalam, diharapkan tragedi serupa tidak akan terulang di masa mendatang dan profesionalisme penanganan karhutla terus ditingkatkan.
Sumber: Sindonews
Berita Terkait

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

