
Organisasi Pengusaha Indonesia (PFI) membunyikan alarm tentang dampak kesehatan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Data terbaru menunjukkan bahwa anak-anak paling muda menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit saluran pernapasan akibat polusi udara dari asap karhutla.
Hingga 17 Oktober 2026, catatan PFI mencatat total 311.363 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kawasan yang terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, 70.239 kasus merupakan balita atau anak di bawah lima tahun yang membutuhkan perhatian medis.
PFI mengkhawatirkan bahwa jika situasi ini terus berlanjut tanpa penanganan serius, generasi muda di wilayah terdampak bisa kehilangan kesempatan tumbuh kembang optimal. Kondisi kesehatan pernapasan yang bermasalah sejak dini dapat berdampak jangka panjang pada produktivitas dan kualitas hidup mereka di masa depan.
Peringatan ini menekankan pentingnya upaya pencegahan karhutla yang lebih ketat dan respons kesehatan publik yang cepat untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara berbahaya yang terus meningkat setiap musim.
Data PFI menunjukkan bahwa dimensi kesehatan dari bencana lingkungan ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan berpotensi menciptakan masalah sosial dan ekonomi jangka panjang bagi bangsa.
Sumber: Sindonews
Berita Terkait

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

