
PT Mandiri Utama Finance (MUF) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kolaborasi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pembiayaan kendaraan berbasis syariah. Kerja sama ini ditampilkan melalui penawaran khusus pembiayaan BSI OTO di BSI International Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC).
Menurut Senior Executive Vice President MUF Judy Lesmana, program ini dirancang dengan berbagai keuntungan menarik. “MUF Syariah menawarkan berbagai penawaran menarik, mulai dari uang muka mulai 0 persen, konsultasi pembiayaan, serta akses test drive dan tukar tambah dalam satu lokasi,” jelasnya.
Selama pelaksanaan expo, MUF menghadirkan Flash Sale BSI OTO dengan berbagai pilihan potongan biaya administrasi mulai dari Rp1 hingga Rp2 juta, serta voucher belanja senilai Rp1 juta. Pengunjung juga bisa mendapatkan uang kembali hingga Rp10 juta bergantung kategori harga kendaraan, dan tambahan Rp5 juta untuk tukar tambah kendaraan dengan harga di atas Rp350 juta.
Untuk pembeli mobil baru, MUF menyediakan perlindungan asuransi tambahan mencakup jaminan pihak ketiga senilai Rp10 juta dan asuransi banjir satu tahun untuk kendaraan listrik, plus voucher perawatan mobil Rp3 juta. Sementara pembelian motor baru mendapat manfaat perlindungan kecelakaan diri senilai Rp5 juta.
MUF juga bermitra dengan Carsome untuk menyediakan layanan Trade-in yang membantu calon pembeli mengetahui nilai kendaraan lama mereka sebelum melakukan pertukaran. Judy mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen MUF mendukung ekosistem ekonomi syariah yang lebih inklusif bagi masyarakat luas.
Dengan berbagai inisiatif ini, kedua lembaga keuangan berusaha membuat pembiayaan kendaraan syariah lebih terjangkau dan transparan, sehingga masyarakat dapat merencanakan kebutuhan mobilitas dengan lebih mudah dan terukur.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Tiga Atlet Sepeda Indonesia Raih Perunggu Asian Games, Dapat Apresiasi dari Ketum ISSI

BNPT Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Lawan Ekstremisme di Media Sosial

Menteri UMKM: Program BGN Harus Ciptakan Produsen Baru, Bukan Hanya Libatkan yang Sudah Ada

