
Puncak Candi Borobudur, yang dikenal dengan nama Yasti, sedang menjalani proyek pemeliharaan besar-besaran. Target penyelesaian kerja ini adalah 24 Oktober 2026, dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang memantau perkembangan langsung.
Yasti adalah struktur paling atas dari stupa utama atau Mahastupa Candi Borobudur, dan kondisinya krusial untuk menjaga kestabilan seluruh bangunan bersejarah. Para ahli menemukan berbagai kerusakan seperti pergeseran susunan batu, rongga kosong, batu yang rapuh, dan garam yang tertanam di dalam batuan.
Menteri Zon menjelaskan, “Kita berharap pemugaran Yasti ini bisa mengembalikan soliditas dan susunan struktur yang ada di situ. Dan tentu saja mengutamakan material asli karena sejauh ini sebenarnya tidak ada material baru.” Pendekatan ini memastikan autentisitas candi tetap terjaga sambil memperkuat struktur aslinya.
Kerusakan yang terjadi dipicu oleh perubahan iklim ekstrem yang menyebabkan batu-batu yang dulunya keras menjadi melemah. Zon menambahkan, “Memang perlu ada penanganan terhadap pelapukan batu dan penggaraman. Akibatnya adalah batu-batu itu hilang dan tentu karena ini menghadapi cuaca termasuk climate change, batu-batu itu yang tadinya keras menjadi penurunan.”
Proyek ini bukan yang pertama dalam sejarah panjang Borobudur. Pemugaran berskala besar pertama kali dilakukan antara 1907-1911 di era Belanda di bawah kepemimpinan arkeolog Theodoor van Erp, diikuti pemugaran kedua pada 1973-1983 melalui kerjasama Indonesia dan UNESCO.
Meski sedang dalam tahap pemeliharaan, Candi Borobudur tetap terbuka untuk pengunjung dengan beberapa pembatasan. Kunjungan reguler dan ziarah dimungkinkan hingga lantai 8, sementara akses sunrise dan sunset masih bisa menjangkau lantai 9. Zona kerja di pelataran utara akan ditutup sementara untuk memastikan keselamatan semua pihak.
Rencana pemugaran Mahastupa diperkirakan membutuhkan sekitar lima minggu kerja, dengan akses kunjung tetap tersedia dari lima jalur berbeda di sekitar kompleks candi. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan dunia sekaligus mengakomodasi kebutuhan wisatawan.
Sumber: Detik Travel
Berita Terkait

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

Pemprov DKI Dengarkan Keluhan Persija, Berkomitmen Perbaiki Rumput Stadion JIS

Dompu Siapkan Dua Ruas Jalan Kabupaten untuk Perbaikan Tahun 2026

