Wamen ATR: Data Tanah yang Terpisah-pisah Jadi Penghambat Tata Kelola Wilayah

Wamen ATR: Data Tanah yang Terpisah-pisah Jadi Penghambat Tata Kelola Wilayah

Selama ini, tiga jenis data penting soal tanah—status hak kepemilikan, aturan tata ruang, dan nilai ekonominya—masih berjalan sendiri-sendiri di sistem yang berbeda. Padahal, ketiganya merujuk pada bidang tanah yang sama. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan bahwa kondisi ini harus segera diatasi.

Menurut Ossy, selama data-data itu belum tersambung, pemerintah akan terus kesulitan mengelola tata ruang dan wilayah secara efektif. Nilai tanah pun bisa berubah drastis sewaktu-waktu, misalnya ketika ada pembangunan jalan tol baru, pertumbuhan ekonomi di suatu kawasan, atau perubahan rencana tata ruang—sementara tidak ada sistem yang langsung mencerminkan perubahan itu secara menyeluruh.

“Tanahnya tidak berpindah. Luasnya juga tidak berubah. Tetapi, nilai ekonominya dapat berubah secara drastis karena nilai tanah bukan sekadar angka rupiah per meter persegi,” ujar Ossy di Jakarta, Kamis.

Ia juga menekankan pentingnya peran para penilai tanah (appraisor) dalam situasi seperti ini. Profesi tersebut dinilai strategis untuk menjelaskan kepada publik dan pengambil kebijakan mengapa nilai suatu bidang tanah bisa naik atau turun, serta faktor apa yang memicunya.

“Jangan sampai kita memiliki peta hak yang baik, peta tata ruang yang baik, peta nilai tanah yang baik, tapi ketiganya hidup di dunia yang berbeda, terfragmentasi di sana-sini. Ketika ketiganya dapat terhubung, kita tidak hanya akan mengetahui di mana tanah berada, tetapi juga siapa yang memiliki hak, apa yang dapat dilakukan di atasnya, dan bagaimana nilai ekonominya berkembang,” tambahnya.

Integrasi data ini bukan sekadar soal administrasi—dampaknya menyentuh keputusan besar soal investasi, pembangunan infrastruktur, hingga kebijakan tata kota yang pada akhirnya berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sumber: Antara News

Berita Terkait

Scroll to Top