
BCA dan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan program edukasi untuk membantu pedagang pasar tradisional di Batam memahami dan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS. Program ini melibatkan lebih dari 200 pemilik toko di dua pasar sekaligus—Pasar Bengkong dan Pasar Mitra Raya.
“Melalui Program GERAI Pasar QRIS, BCA ingin membantu para pedagang pasar semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital yang aman, cepat, mudah, dan murah,” ujar I Ketut Alam Wangsawijaya, Eksekutif Vice President Merchant Business Division BCA, saat menjelaskan inisiatif ini di Jakarta.
Target program ini adalah meningkatkan pengetahuan pedagang tentang manfaat QRIS dan pentingnya melindungi konsumen saat bertransaksi secara digital. Dengan lebih familiar menggunakan QRIS, pedagang diharapkan bisa menawarkan lebih banyak opsi pembayaran kepada pelanggan dan membuat aktivitas perdagangan berjalan lebih rapi dan terukur.
Sebagai insentif, para pedagang yang mencatat frekuensi transaksi QRIS tertinggi dalam sebulan berkesempatan mendapat penghargaan. Di Pasar Bengkong, BCA turut mendukung dengan menyiapkan 97 nomor kios guna membantu merapikan tata letak pasar.
Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kedua lembaga keuangan untuk membawa digitalisasi ke pasar tradisional, bukan hanya mempermudah sistem pembayaran tetapi juga memberdayakan pelaku usaha skala kecil menengah agar semakin kompetitif dan modern dalam berbisnis.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Penata Busana Wanda Hara Kehilangan Ayah, Kini Berstatus Yatim Piatu

Suriah Batasi Akses Perempuan di Program Militer dan Keamanan, Picu Kontroversi Hak Asasi

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

