
Masalah keamanan data digital kembali mengguncang industri penerbangan. Kali ini, maskapai Cathay Pacific Airways yang berbasis di Hong Kong menjadi korban kebocoran data pelanggan yang cukup serius.
Insiden tersebut memengaruhi informasi pribadi dari sekitar 53.000 pemesanan tiket penerbangan. Data-data sensitif dari calon penumpang yang melakukan transaksi melalui platform pemesanan maskapai ini menjadi terekspos.
Kebocoran data semacam ini menunjukkan tantangan serius yang dihadapi perusahaan transportasi udara dalam melindungi informasi pribadi pelanggan. Maskapai sebagai bagian dari industri pariwisata dan perjalanan memiliki tanggung jawab besar terhadap keamanan data penumpang.
Cathay Pacific Airways kini harus mengambil langkah-langkah respons cepat, mulai dari investigasi mendalam tentang asal kebocoran hingga komunikasi transparan dengan pelanggan yang terdampak untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem keamanan mereka.
Sumber: Detik Travel
Berita Terkait

Polda Metro Jaya Ajak Driver Ojol Jaga Kesehatan dan Keselamatan Berkendara

KLH Incar Lebih Banyak Auditor Lingkungan untuk Dorong Perusahaan Benahi Sendiri

Polisi Jepang Bongkar Sindikat Penyelundupan Satwa Langka dari Thailand

