
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain aktif dalam mengubah potensi desa menjadi peluang ekonomi nyata. Dia menyampaikan hal ini saat hadir di Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III di Jakarta pada 31 Oktober lalu.
Masalahnya sederhana namun serius: desa-desa penghasil sumber daya alam belum bisa memetik keuntungan maksimal. Hasil pertanian dan perkebunan sering dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah dan lapangan kerja justru terbentuk di wilayah lain, bukan di tempat asal komoditas itu ditanam.
Akibatnya, banyak pemuda desa terpaksa merantau ke kota mencari kerja. “Potensi desa harus bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakatnya. Jangan sampai kita menghasilkan bahan baku, tetapi nilai tambah dan kesempatan kerja justru tercipta di daerah lain,” kata Mirza dalam keterangan tertulis.
Solusi yang ditawarkan adalah hilirisasi—mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi langsung di desa. Lampung memiliki komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan lada yang berpotensi besar. Proses pengolahan tidak harus lewat pabrik besar; bisa dimulai dari unit usaha kecil di desa yang disesuaikan dengan sumber daya lokal.
Di sini peran pemuda sangat strategis. Mereka bisa menguasai teknologi pengolahan, mengembangkan produk, berinovasi, dan memanfaatkan pemasaran digital. Sementara petani fokus menghasilkan bahan baku, anak muda bisa mengembangkan pengolahan dan memasarkan hasilnya ke pasar yang lebih luas.
Namun kesuksesan tidak bisa diraih sendiri. Diperlukan ekosistem terintegrasi: pelatihan keterampilan, akses pendanaan, teknologi pengolahan, dan jaminan pasar. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus berkolaborasi agar desa benar-benar berubah menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang menguntungkan semua pihak.
Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, strategi ini adalah bagian dari visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas. Diharapkan dengan pendekatan ini, generasi muda bisa melihat daerahnya bukan sebagai tempat yang penuh keterbatasan, tetapi sebagai ladang peluang untuk membangun bisnis dan masa depan yang lebih cerah.
Sumber: Detik.com
Berita Terkait

Ratusan Peserta Aksi Bela Indonesia Desak Pemerintah Tangani Ancaman Pengkhianat dan Oligarki

Mentan Amran Jamin Pemerintah Dengar dan Selesaikan Masalah Petani-Peternak dengan Aksi Nyata

Slovakia Tolak Dana 70 Miliar Euro untuk Ukraina, Anggap Hanya Perpanjang Konflik

