:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386382/original/088405800_1793346379-IMG_1509.jpg)
Grup komedi GJLS kembali merilis film layar lebar kedua mereka berjudul GJLS: Berapi-Api. Setelah kesuksesan film pertama tahun 2025, trio yang terdiri dari Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kali ini menghadirkan cerita persahabatan yang sentimen sekaligus menghibur, dengan latar belakang profesi petugas pemadam kebakaran.
Sutradara Monty Tiwa berbagi tantangan unik yang dihadapi saat memproduksi film ini. Karena banyak adegan yang melibatkan api, tim produksi perlu mencari lokasi syuting yang aman namun realistis. “Kita butuh benar-benar mereka merasakan sensasi ketakutan yang real. Itu makanya kita beberapa kali juga mencari tempat untuk syuting. Ada beberapa tempat yang ternyata pemiliknya keberatan untuk kita bakar. Tapi beberapa tempat yang bisa dibakar, secara artistik enggak cocok. Jadi susah banget,” ungkap Monty dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Setelah riset yang panjang, tim akhirnya menemukan gudang tua milik PFN yang memungkinkan untuk dibakar. Namun, kondisi fisik lokasi tersebut tidak memenuhi standar estetika yang diinginkan, sehingga mereka harus berkompromi dengan menggabungkan api asli dan efek visual komputer. Hasilnya, separuh dari adegan api yang terlihat di layar adalah api nyata, sementara sisanya ditambahkan melalui teknologi CGI.
Pemilihan profesi pemadam kebakaran sebagai fokus cerita bukan kebetulan. Indra Yudhistira, produser film, menjelaskan bahwa pemadam kebakaran adalah profesi yang sangat vital namun jarang mendapat sorotan media. “Kita tahu waktu kita pilih damkar, kita tuh merasa pemadam kebakaran adalah satu profesi yang jarang disorot. Tapi dia selalu hadir pada saat kita genting,” katanya, menambahkan bahwa film ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas.
Bagi anggota GJLS, merilis film kedua merupakan pencapaian yang bermakna dalam perjalanan berkarya mereka. Rigen Rakelna menyatakan bahwa film pertama berfungsi untuk memperkenalkan grup kepada publik, sementara film kedua ini adalah bukti keseriusan mereka dalam berkarya. Dengan kepercayaan dari produser Amadeus, trio ini terus membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan karya berkualitas yang menggabungkan humor dengan pesan bermakna.
Sumber: Liputan6
Berita Terkait

Polda Metro Jaya Ajak Driver Ojol Jaga Kesehatan dan Keselamatan Berkendara

Cathay Pacific Alami Kebocoran Data, Puluhan Ribu Pemesanan Tiket Terancam

KLH Incar Lebih Banyak Auditor Lingkungan untuk Dorong Perusahaan Benahi Sendiri

