
Karawang berhasil mengumpulkan pendapatan daerah sebesar Rp3,83 triliun pada tiga kuartal pertama 2026. Pencapaian ini mencakup 73,15 persen dari target tahunan yang ditetapkan di awal tahun, yakni Rp5,23 triliun.
Pendapatan asli daerah (PAD)—yang berasal dari sumber dalam wilayah seperti pajak dan retribusi—menjadi pilar utama. Realisasi PAD mencapai Rp1,83 triliun atau 74,24 persen dari target Rp2,47 triliun. Sementara dana transfer dari pemerintah pusat terkumpul Rp1,93 triliun, setara 72,22 persen dari target Rp2,68 triliun, ditambah pendapatan lain-lain sebesar Rp58,16 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karawang Eka Sanatha memberikan penilaian positif atas performa keuangan daerah. “Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, capaian realisasi pendapatan daerah pada tahun ini secara umum cukup baik,” katanya.
Di aspek pengeluaran, pemerintah kabupaten telah menyerap anggaran Rp3,22 triliun sampai akhir September, mencapai 58 persen dari total alokasi Rp5,56 triliun. Pos belanja operasional—untuk membiayai aktivitas harian pemerintah—menyerap porsi terbesar dengan realisasi Rp2,64 triliun dari alokasi Rp4,46 triliun.
Belanja modal untuk investasi infrastruktur dan aset daerah baru terserap Rp188,96 miliar dari anggaran Rp605,77 miliar. Adapun belanja tidak terduga mencapai Rp421,97 juta dari total alokasi Rp26,03 miliar.
Memasuki kuartal keempat tahun ini, berbagai dinas teknis di Karawang mulai meningkatkan upaya penyerapan belanja agar target tahunan dapat terpenuhi dengan lebih optimal.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Penata Busana Wanda Hara Kehilangan Ayah, Kini Berstatus Yatim Piatu

Suriah Batasi Akses Perempuan di Program Militer dan Keamanan, Picu Kontroversi Hak Asasi

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

