Perusahaan Sawit Mobilisasi Helikopter dan Personel Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Warga di Hulu Sungai Selatan

Perusahaan Sawit Mobilisasi Helikopter dan Personel Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Warga di Hulu Sungai Selatan

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda area perkebunan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, kini mendapat dukungan signifikan dari PT Subur Agro Makmur (SAM), anak usaha dari PT Astra Agro Lestari Tbk. Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini menerjunkan personel, peralatan pemadaman darat, dan bahkan helikopter untuk membantu memadamkan api dari udara, sebuah kontribusi yang mendapat apresiasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kondisi geografis dan cuaca menjadi tantangan utama dalam mengatasi kebakaran di wilayah ini. Musim kemarau yang terik dikombinasikan dengan akses jalan yang sulit dan kelangkaan air membuat operasi pemadaman semakin kompleks. Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Selatan, Ika Agus, menjelaskan bahwa meski sesuai regulasi penanganan karhutla di dalam konsesi perusahaan adalah tanggung jawab pihak perkebunan, keterlibatan PT SAM dalam membantu memadamkan api di lahan-lahan warga tetap sangat berharga.

“Dukungan darat dan helikopter water bombing ini sangat membantu tim gabungan mengendalikan karhutla di HSS,” ujar Agus. Helikopter Bell 505 Jet Ranger X yang dikerahkan PT SAM telah melaksanakan tiga kali pengeboman air pada titik-titik kebakaran di luar konsesi perusahaan, khususnya di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan saat ini berada dalam status Siaga Darurat Karhutla, kondisi yang memerlukan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor agar api dapat dikendalikan sebelum menyebar lebih luas. Di lapangan, operasi udara PT SAM didukung Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat milik perusahaan yang bekerja bersama kelompok sukarelawan Masyarakat Peduli Api untuk pemantauan dan pemadaman langsung.

Kolaborasi antara BPBD, pemerintah lokal, masyarakat, dan sektor swasta ini menunjukkan perlunya kesiapsiagaan bersama mengingat dampak kebakaran dan asap tidak terbatas pada batas administrasi atau lahan konsesi tertentu. Dengan kerja sama yang terkoordinasi, upaya penanganan karhutla diharapkan semakin efektif sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan dan kerugian ekonomi masyarakat.

Sumber: Antara News

Berita Terkait

Scroll to Top