
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar acara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Nasional dengan fokus mengubah persepsi negatif masyarakat terhadap gangguan kesehatan jiwa. Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk edukasi publik tentang pentingnya kesehatan mental sama halnya dengan kesehatan fisik.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim menekankan bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari kesehatan jiwa terlebih dahulu. Menurutnya, ada empat pilar utama untuk mencapai kesehatan sejati: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Jiwanya dulu yang dibangun. Kalau kita mau sehat dan selamat, ada empat faktor utama, yaitu menunaikan kewajiban pada Tuhan, hidup sesuai norma dan aturan, mensyukuri apa yang ada, serta bersabar.”
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Debi Intan Suri menjelaskan kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Kebayoran Baru. Program mencakup serangkaian edukasi dan sosialisasi yang menghadirkan berbagai kalangan mulai dari guru, siswa, hingga anggota PKK dan elemen masyarakat lainnya.
Stigma negatif terhadap penderita gangguan kesehatan jiwa menjadi hambatan terbesar dalam penanganan kesehatan mental. Debi menekankan bahwa orang dengan kondisi ini membutuhkan kesempatan untuk didengarkan dan diterima tanpa diskriminasi dari lingkungan sekitarnya.
Untuk mencapai hasil optimal, diperlukan kerja sama sinergis antara pemerintah, tenaga medis, keluarga, dan komunitas. Dengan kombinasi penanganan medis yang tepat dan dukungan sosial yang memadai, penderita gangguan kesehatan jiwa dapat tetap menjalani hidup normal dan produktif di masyarakat.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Bali Raih Gelar Destinasi Terbaik Dunia, tapi Infrastruktur Jalan dan Kemacetan Masih Jadi PR

Pimpinan KSPN Minta Aksi Mahasiswa 28 Oktober Tetap Damai dan Tertib

Sistem Pelacakan Digital Pangan: Solusi Pemerintah Jaga Kualitas dari Petani hingga Meja Makan

