
Banten sedang menjadi magnet investasi besar-besaran di berbagai sektor strategis. Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Riyatno melihat infrastruktur solid di daerah ini menciptakan peluang emas untuk pengembang dan investor.
Sektor kesehatan menunjukkan pertumbuhan paling mengesankan. Sejak 2025, investasi kesehatan di Banten sudah mencapai Rp12,7 triliun, dan pada semester pertama 2026 realisasinya menyentuh Rp1,9 triliun—naik Rp800 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di bidang pendidikan, Banten telah menarik institusi kelas dunia seperti Monash University Indonesia yang berlokasi di BSD. Kehadiran kampus bertaraf internasional ini memperkuat posisi Banten sebagai pusat pendidikan tinggi di Indonesia.
Pariwisata juga sedang berkembang pesat berkat dukungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Belum lama ini, ditandatangani nota kesepahaman untuk membuka fasilitas skydiving berstandar internasional di KEK tersebut, yang ditargetkan operasional Desember 2026.
Pertumbuhan ekonomi Banten pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, melampaui rata-rata nasional. Capaian ini menempatkan Banten di posisi lima besar investasi secara nasional. “Dengan tren positif dan dukungan kuat dari seluruh pihak, kami meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo dapat tercapai,” ungkap Riyatno.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan bahwa sejak 2024, Banten telah memiliki kawasan International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone (ETKI SEZ) di BSD yang menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif dan digital.
Pemerintah Provinsi Banten terus melengkapi infrastruktur pendukung untuk menjamin keberlanjutan investasi. Dari ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, hingga jaminan keamanan, semua dirancang untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA yang bagus, SDM yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung,” jelas Wagub Dimyati.
Penyelesaian Jalan Tol Serang-Panimbang yang dijadwalkan rampung tahun depan akan meningkatkan aksesibilitas ke KEK Tanjung Lesung. Pembangunan bandara perintis dan dermaga juga akan memperkuat konektivitas kawasan ini dengan pasar global dan domestik.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Penata Busana Wanda Hara Kehilangan Ayah, Kini Berstatus Yatim Piatu

Suriah Batasi Akses Perempuan di Program Militer dan Keamanan, Picu Kontroversi Hak Asasi

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

