
Tonny dan Remco, dua turis asal Belanda yang bekerja sebagai tato artis di Bali, menghabiskan waktu mereka di Nganjuk, Jawa Timur, untuk mengeksplorasi koleksi keris dan warisan budaya lokal. Kunjungan mereka didampingi oleh Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kota Sejuk), sebuah kelompok yang fokus pada pelestarian sejarah dan lingkungan setempat.
Kedua turis itu memiliki minat yang kuat terhadap keris—seni senjata tradisional Jawa. Tonny dikenal memiliki kebiasaan merawat keris sesuai dengan adat Jawa, sementara Remco juga adalah seorang kolektor keris yang berpengalaman. Sebelum singgah di Nganjuk, mereka sebenarnya sedang merencanakan perjalanan ke Yogyakarta untuk menghadiri pameran keris.
Selama berada di Nganjuk, Tonny dan Remco mengunjungi beberapa destinasi budaya penting, termasuk Museum Anjuk Ladang dan Museum Tritik, serta Candi Lor. Mereka juga menyempatkan diri melihat festival literasi dan lokasi penemuan fosil stegodon di hutan Tritik. Tak lupa, kedua turis ini mencoba kuliner lokal khas Nganjuk, yaitu nasi becek.
Menurut Amin Fuadi, Ketua Kota Sejuk, “Mereka juga mencicipi kuliner khas Nganjuk, nasi becek.” Lebih lanjut, Amin menjelaskan bahwa pengalaman mereka di Nganjuk akan dibagikan kepada komunitas dan rekan-rekan mereka di luar negeri.
Remco sendiri mengungkapkan kekagumannya terhadap berbagai aspek Nganjuk. “Seperti halnya masyarakat Indonesia secara umum, masyarakat di sini (Nganjuk) ramah-ramah, baik. Sebenarnya ingin lama-lama di sini, tapi kami harus menuju ke Jogja,” katanya. Koleksi museum dan situs bersejarah di kota ini meninggalkan kesan mendalam bagi kedua pengunjung internasional tersebut.
Sumber: Detik Travel
Berita Terkait

Penata Busana Wanda Hara Kehilangan Ayah, Kini Berstatus Yatim Piatu

Suriah Batasi Akses Perempuan di Program Militer dan Keamanan, Picu Kontroversi Hak Asasi

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

