Nasib Ganjil Genap di Hayam Wuruk dan Gajah Mada Segera Ditentukan, Ekonomi Warga Jadi Pertimbangan

Nasib Ganjil Genap di Hayam Wuruk dan Gajah Mada Segera Ditentukan, Ekonomi Warga Jadi Pertimbangan

Warga di kawasan Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, tengah menunggu kepastian soal aturan ganjil genap yang selama ini dinilai menekan aktivitas ekonomi mereka. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keputusan soal kebijakan ini akan segera diambil.

Pramono mengaku sudah menerima keluhan langsung dari warga terdampak. Ia menegaskan kajian tidak hanya mencakup dua ruas jalan itu, tapi juga sejumlah kawasan lain termasuk area Kota Tua. “Itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama. Dan untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai kebijakan ganjil-genap tersebut,” ujar Pramono.

Keputusan itu juga dikaitkan dengan progres pembangunan MRT di permukaan jalan yang ditargetkan selesai pada 2027. Pramono menyebut, setelah konstruksi MRT rampung, barulah pihaknya akan menentukan apakah aturan ganjil genap masih diperlukan atau tidak di ruas-ruas jalan tersebut.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut evaluasi memang sudah saatnya dilakukan. Pasalnya, kebijakan ganjil genap sudah berjalan sekitar sepuluh tahun. “Memang sudah 10 tahun, perlu kita evaluasi,” kata Budi.

Evaluasi yang dilakukan tidak sekadar melihat apakah kemacetan berkurang, tapi juga mengukur dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga dan roda perekonomian di sekitar ruas jalan terdampak. Pemprov DKI bersama DPRD Provinsi DKI Jakarta disebut sedang bersama-sama mengkaji persoalan ini.

Keputusan akhir soal kelanjutan ganjil genap di kawasan tersebut kini menjadi salah satu agenda penting Pemprov DKI, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh para pelaku usaha dan warga yang menggantungkan aktivitas ekonominya di sepanjang ruas jalan itu.

Sumber: Detik.com

Berita Terkait

Scroll to Top