
Pengguna setia Transjakarta perlu tahu: tarif bus yang sudah bertahan di angka Rp3.500 selama hampir 20 tahun bakal berubah mulai 1 Januari 2027. Bukan cuma Transjakarta, perubahan ini juga mencakup Transjabodetabek, Mikrotrans, dan JakLingko yang masuk dalam satu kelompok layanan yang diatur bersamaan.
Soal angka Rp5.000 yang ramai beredar di media sosial, itu belum jadi keputusan resmi. Angka itu berasal dari usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) — semacam lembaga yang memberi rekomendasi soal transportasi kepada pemerintah. DTKJ mengusulkan tarif tunggal Rp5.000 untuk layanan dalam kota, dan Rp10.000 untuk rute Transjabodetabek yang menjangkau daerah sekitar Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum memastikan apakah angka usulan itu yang akan dipakai. Sampai awal Oktober 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengumumkan besaran tarif resmi yang akan berlaku. Pengumuman dijanjikan akan keluar sebelum kebijakan mulai diterapkan.
Meski tarifnya naik, tidak semua penumpang harus membayar. Pemerintah justru memperluas daftar kelompok masyarakat yang bisa naik gratis, dari semula 15 golongan menjadi 21 golongan. Tambahan penerima layanan gratis antara lain pendamping penyandang disabilitas, pencari kerja, pasien rujukan, pelajar atau mahasiswa kurang mampu di luar penerima KJP dan KJMU, pelaku UMKM binaan, serta korban bencana.
Pemerintah menyebut perubahan tarif ini juga bertujuan menata ulang sistem subsidi agar bantuan anggaran lebih tepat sasaran — diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Sementara itu, MRT Jakarta dan LRT Jakarta tidak termasuk dalam paket penyesuaian tarif ini.
Intinya, kenaikan tarif sudah pasti terjadi mulai awal 2027, tapi berapa persisnya masih menunggu pengumuman resmi dari Pemprov DKI. Warga yang sering naik Transjakarta disarankan memantau informasi resmi agar tidak terkejut ketika kebijakan mulai berlaku.
Sumber: Antara News
Berita Terkait

Penata Busana Wanda Hara Kehilangan Ayah, Kini Berstatus Yatim Piatu

Suriah Batasi Akses Perempuan di Program Militer dan Keamanan, Picu Kontroversi Hak Asasi

Hong Kong Hentikan Impor Daging Unggas dari Denmark dan Amerika Serikat Akibat Flu Burung

